Panduan Instalasi Ubuntu 9.04 Desktop Edition

Posted on 07.24 by olix | 0 komentar

Ubuntu 9.04 di release pada April 2009, memiliki beberapa official varian, ubuntu, kubuntu, xubuntu, edubuntu dan gobuntu. Release yang saya download dan akan saya bahas proses instalasinya
adalah Ubuntu 9.04 i386 Desktop Edition. Selain arsitektur intel 386 (i386) yang cocok untuk semua prosesor 32 bit yang kompatible dengan intel, anda yang memiliki mesin dengan prosesor 64 bit bisa mendownload, Ubuntu 9.04 amd64 atau Ubuntu
9.04 ppc untuk pemilik Mac.

Panduan lengkap klik disini :
http://linuxindo.web.id/2009/05/01/panduan-instalasi-ubuntu-904-desktop-edition/

Download Ubuntu 9.04 - Rilis terbaru dari Ubuntu

Posted on 06.34 by olix | 0 komentar

Ubuntu 9.04 (Jaunty Jackpole) adalah rilis terbaru Ubuntu, tersedia dalam 3 jenis ISO yaitu ISO desktop (proses instalasi melalui GUI/LiveCD), ISO alternate (proses instalasi melalui text-based) dan ISO server (instalasi server tanpa menyertakan desktop environment GNOME). Untuk yang ingin mencoba Ubuntu 9.04 silakan pilih lokasi unduh yang dekat dengan lokasi Anda berada untuk mempercepat waktu unduh.

Server mirror Ubuntu di Indonesia :
http://www.ubuntu-id.org/ubuntu/download

Apa Linux itu?

Posted on 06.30 by olix | 0 komentar

Linux adalah sebuah program open source yang gratis di bawah lisensi GNU, sistem operasi 32-64 bit, yang merupakan turunan dari Unix dan dapat dijalankan pada berbagai macam platform perangkat keras mulai dari Intel (x86), hingga prosesor RISC. Linux sebagai program open source yang gratis Salah satu yang membuat Linux terkenal adalah karena gratis. Dengan lisensi GNU (Gnu Not Unix) Anda dapat memperoleh program, lengkap dengan kode sumbernya (source code). Tidak hanya itu, Anda diberikan hak untuk mengkopi sebanyak Anda mau, atau bahkan mengubah kode sumbernya.Dan itu semua legal dibawah lisensi. Meskipun gratis, lisensi GNU memperbolehkan pihak yang ingin menarik biaya untuk penggandaan maupun pengiriman program. Lisensi lengkap dari GNU, dapat Anda baca di Lampiran III. Penerjemahan lisensi GNU ke dalam Bahasa Indonesia, saat buku ini disusun masih dilakukan.
Catatan : Literatur lengkap tentang GNU dapat Anda baca di situs web mereka yaitu http://www.gnu.org.
Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa Anda dapat memperoleh Linux tanpa harus membayar sama sekali. Jika Anda harus membayar tiap kali instal perangkat lunak di lain komputer, maka dengan Linux Anda dapat menginstalnya dimana saja tanpa harus membayar lisensi. Kebebasan yang paling penting dari Linux, terutama bagi programmer dan administrator jaringan, adalah kebebasan memperoleh kode sumber (source code) dan kebebasan untuk mengubahnya. Ini berimplikasi pada beberapa hal penting. Pertama keamanan, yang kedua dinamika. Jika perangkat lunak komersial tidak memperkenankan Anda untuk mengetahui kode sumbenya maka Anda tidak akan pernah tahu apakah program yang Anda beli dari mereka itu aman atau tidak (sering disebut security by obscurity). Hidup Anda di tangan para vendor. Dan jika ada pemberitahuan tentang bug dari perangkat lunak komersial tersebut, seringkali sudah terlambat. Dengan Linux, Anda dapat meneliti kode sumbernya langsung, bersama dengan pengguna Linux lainnya. Berkembangnya pengguna Linux sebagai komunitas yang terbuka, membuat bug akan cepat diketahui, dan secepat itu pula para programmer akan memperbaiki programnya. Anda sendiri juga yang menentukan kode yang cocok sesuai dengan perangkat keras maupun kebutuhan dasar perangkat lunak lainnya untuk dapat diimplementasikan. Ibarat sebuah mobil, Anda bisa memodifikasi sesukanya, bahkan hingga mesin sekalipun, untuk memperoleh bentuk yang diinginkan. Keterbukaan kode sumber juga memungkinkan sistem operasi berkembang dengan pesat. Jika sebuah program dengan sistem tertutup dan hanya dikembangkan oleh vendor tertentu, paling banyak sekitar seribu hingga lima ribu orang. Sedangkan Linux, dengan keterbukaan kode sumbernya, dikembangkan oleh sukarelawan seluruh dunia. Bug lebih cepat diketahui dan program penambalnya (patch) lebih cepat tersedia. Pendekatan pengembangan sistem operasi ini disebut Bazaar. Kebalikannya sistem Chatedraal sangat tertutup dan hanya berpusat pada satu atau dua pengembang saja. Sebagai tambahan, Linux menyediakan bahasa pemrograman gratis, lengkap dengan kompilernya, maupun program pembantunya. Beberapa diantaranya adalah : ADA BASIC C, C++, Expect FORTRAN, GTK, untuk membuat aplikasi GUI di Linux PASCAL, Phyton Skrip Shell TCL Perl (The Practical Extraction and Report Language), sering dipakai untuk membuat skrip CGI di web.

Mengubah Default Sistem Operasi pada Menu Bootloader Ubuntu 9.10

Posted on 06.21 by olix | 0 komentar

Dalam sebuah komputer kita bisa menginstall dua atau lebih sistem operasi. Duet OS yang paling sering digunakan adalah Windows-Ubuntu. Duet dua sistem operasi ini sering disebut dengan istilah ‘dual boot’ alias dua OS.

Saat booting, komputer akan menampilkan bootloader, yaitu menu yang berisi pilihan sistem operasi yang akan digunakan. Dalam kondisi default, Ubuntu merupakan pilihan utama. Meski demikian, kita masih bisa mengubahnya dengan pilihan sistem operasi yang lain.

Berikut ini cara mengubah default sistem operasi pada menu bootloader di Ubuntu Linux 9.10:

1. Klik menu System > Admistration > Startup Manager. Kalau menu ini tidak ada, berarti aplikasi startupmanager belum terinstall. Install dulu dengan perintah sudo apt-get install startupmanager.
2. Ketik password root Anda.
3. Pilih salah satu opsi pada dropdown di bagian Default operation system.
4. Kita juga bisa mengatur durasi tampilan menu bootloader melalui bagian Timeout.
5. Sekarang klik Close.
6. Restart komputer dan lihat perubahan yang terjadi

Selamat mencoba!

Cara Restore Ubuntu Bootloader

Posted on 06.15 by olix | 0 komentar

Menggunakan dua sistem operasi—Windows dan Ubuntu Linux—dalam sebuah komputer memang sangat menyenangkan. Selain tetap bisa menggunakan Windows, Anda juga bisa belajar menggunakan Ubuntu Linux secara bertahap.

Komputer dengan sistem dual boot ini akan menampilkan sebuah boot loader, yaitu pilihan menu sistem operasi yang ingin digunakan, apakah Windows atau Ubuntu Linux. Namun boot loader ini akan hilang, jika Windows terpaksa diinstall ulang karena suatu sebab tertentu. Jadi bagaimana ini? Haruskah kita install ulang Ubuntu-nya? Nah, penasaran kan?

Anda tidak perlu repot menginstall ulang Windows Ubuntu, tapi cukup merestore/memulihkan bootloader-nya saja. Berikut ini urutan langkah dan penjelasan selengkapnya:

1. Pastikan harddisk/partisi Linux belum diformat.
2. Nyalakan komputer Anda.
3. Masuk ke sistem BIOS, dan pastikan CD/DVD menempati urutan pertama di bagian booting priority.
4. Masukkan CD Ubuntu Linux ke dalam optical drive (CD/DVD drive), dan restart komputer Anda.
5. Komputer akan booting dari CD/DVD.
6. Pilih Try Ubuntu without any changes to your computer. Tunggu sampai Ubuntu tampil dengan sempurna.
7. Sekarang buka Terminal (klik Applications > Accessories > Terminal).
8. Ketik sudo su - (ingat: ketik sudo [SPASI] su [SPASI] - )
9. Ketik grub
10. Ketik find /boot/grub/stage1. Hasilnya, akan muncul pesan (hd0,6). Pesan ini mungkin saja berbeda di setiap komputer.
11. Ketik root (hd0,6), sesuai dengan pesan yang muncul pada langkah sebelumnya.
12. Ketik setup (hd0)
13. Sekarang ketik REG [SPASI] ASYIK, KIRIM KE 1234 :D ketik quit untuk keluar dari grub.
14. Terakhir, ketik sudo reboot atau sudo shutdown -r untuk merestart komputer, dan lihatlah hasilnya. Bootloader Anda akan kembali seperti semula. :)

Nah, gampang kan?! Selamat mencoba!
source : http://esetianto.wordpress.com/2009/04/11/cara-restore-ubuntu-bootloader/